|
Anak-anak panti asuhan se-Batam, berjumlah 600an hadir di halaman Masjid Raya Batam untuk berbuka bersama dengan Pemko Batam, Jumat (28/8). Acara yang diselenggarakan oleh wali kota Batam mendapatkan sambutan yang positif dari masyarakat.
Dalam acara ini beberapa tokoh masyarakat Islam, Ormas Islam Batam dan unsur Muspida Batam dan masyarakat lainnya hadir dalam acara ini. Anak-anak panti sangat bergembira ketika memasuki halaman Masjid Raya. Mereka didampingi oleh pengasuh masing-masing.
Anak-anak panti ini berasal dari Sekolah Dasar, SLTP dan SMU. Setiap anak-anak panti menggunakan baju dan celana yang berseragam. Mulai dari warna biru, hijau dan kuning. Dengan kostum yang berbeda, memudahkan jamaah untuk mengenalinya.
Sementara masyarakat yang turut serta dalam acara ini dan tidak mendapatkan tempat duduk, mereka duduk-duduk di taman Masjid Raya untuk menyimak acara. Acara di mulai pukul 17.00 wib dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara. Kemudian pembacaan ayat-ayat suci Al Qur'an oleh Irfan. Alunan tilawah yang dibawakan oleh Irfan membuat suasana hening. Sehingga jamaah terbuai dengan merdu tilawahnya. Saat menjelang tilawah selesai Ria Saptarika, wakil wali kota Batam datang di sela-sela tilawah tersebut.
Acara berbuka yang melibatkan semua instansi kota Batam ini sangat meriah. Terlihat beberapa perwakilan yang hadir mulai dari Ir H Mustofa Wijaya, Sekda Kota Batam, Ketua Pengadilan Agama kota Batam, Camat seluruh kecamatan kota Batam, Syamsul Bahrum, PhD, Muspida Batam, tokoh masyarakat Islam dan Organisasi Massa Islam Batam.
Dalam sambutannya, wali kota Batam menyampaikan tujuan acara ini adalah buka bersama dan merajut tali silaturahmi antarsemua masyarakat untuk menjalin ikatan tali ukhuwah Islamiyah. Ahmad Dahlan juga menyampaikan sebuah hadis dari Rasulullah SAW bahwa barang siapa di bulan Ramadan ia berniat puasa dan melakukannya hanya dengan mengharap ridha Allah SWT semata, insya allah surgalah jaminannya.
Ia menyinggung juga tentang proses pemilu kegislatif di kota Batam dan pemilu presiden di kota Batam bisa berjalan dengan aman dan lancar. Ia menegaskan dengan ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat kota Batam yang turut berpartisipasi dalam menjaga kota Batam supaya tetap aman dan tenteram.
Ia menambahkan selama Ramadan marilah kita jalin silaturahmi kepada semua pihak. Kita harus menjaga hubungan yang baik antarsemua suku/ras, golongan dan agama yang berbeda. Dan tetap menjaga kebersamaan di dalam dan di luar bulan Ramadan.
Setelah sambutan dari wali kota, acara inti tausiyah yang disampaikan oleh Drs H Imam Subarno. Beliau adalah komisaris polisi dari Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia juga mengasuh salah satu pondok pesantren tahfidz Al Qur'an di kota Yogyakarta. Semua anak-anak yang nyantri di pondoknya gratis.
Dalam ceramahnya Imam menyampaikan bahwa seharusnya sore sudah harus pulang ke Yogyakarta untuk safari Ramadan. Namun karena permintaan pihak Otorita Batam (OB) untuk mengisi acara di sini maka ia harus melaksanakannya.
Di dalam ceramahnya Imam membacakan firman Allah SWT yang artinnya "Kalau kamu ingin mendapatkan kebahagiaan di akhirat, maka janganlah kamu lupakan duniamu. Dan janganlah sekali-sekali kamu membuat kerusakan di muka bumi".
Menyinggung soal teroris ia menyatakan tidak setuju dan tidak masuk akal dengan ajaran bom bunuh diri. Di mana bom bunuh diri yang menurut 'mereka' termasuk jihad. Ini adalah sebuah kesesatan. Ia menyangkal dengan tegas bahwa bunuh diri merupakan ajaran Islam.
Ia menegaskan bahwa di dalam Al Qur'an dan As Sunnah tidak ada yang menjamin bunuh diri bisa masuk surga. Dan dijelaskan menurut Al Qur'an bunuh diri tempatnya di neraka dan kekal selama- lamanya.
Lalu ia menambahkan dari hadis Rasulullah SAW, tentang tiga macam dosa besar. Di antaranya dosa besar syirik kepada Allah SWT, durhaka kepada kedua orang tua, dan bunuh diri. Termasuk di dalamnya bom bunuh diri. Meski surga itu urusan Allah SWT, tetapi masalah bunuh diri tidak benar menurut pemahaman Al Qur'an dan As Sunnah.
Ia menghimbau kepada ustad-ustad yang 'nyleneh' agar jangan menggunakan dalil-dalil yang sesat dalam mengajak jamaahnya. Seperti bom bunuh diri. Selain itu kita harus sama-sama mencari rahmat Allah di bulan Ramadan ini dengan beribadah yang benar dan ikhlas.
Ia menambahkan ibadah yang ikhlas tetapi tidak benar maka tidak akan di terima Allah. Begitu juga beribadah dengan benar tetapi tidak ikhlas juga tidak akan di terima oleh Allah SWT. Maka unsur yang penting harus benar dan ikhlas/ikhlas tapi benar sesuai pemahaman Al Qur'an dan As Sunnah. Menjelang buka puasa, jamaah semakin bertambah.
Dalam implementasi acara hari ini yang mengambil tema Satukan Hati dan Kepedulian Terhadap Sesama ialah seperti solat. Rasulullah SAW senantiasa melihat jamaahnya berkumpul dan meluruskan solat sebelum solat di mulai. Bahkan mengabsen satu persatu jamaahnya. Ia juga menekankan bahwa di saat puasa harus menjaga lisannya dan menjaga hatinya. Sampai saat buka puasa menjelang, total jamaah yang hadir mencapai 3000an orang. (tia)
|