RedBlueDark SmallMediumLarge NarrowWideFluid
Mustafa Imam Salat Gaib untuk Korban Bencana Indonesia PDF Print E-mail
TRIBUNNEWS.COM, MEKKAH - Kabar bencana yang melanda Tanah Air mengagetkan para jamaah haji Indonesia di Mekah, khususnya jamaah kloter I embarkasi Batam. Gempa dan tsunami di Mentawai, Sumatera Barat, serta meletusnya Gunung Merapi di Sleman, Yogyakarta.

H Mustafa yang menjadi pembimbing kloter I memang telah mengumumkannya sebelum salat zuhur berjamaah dimulai. "Bapak dan Ibu jamaah haji Kloter 1, baru saja kita menerima informasi telah terjadi tsunami di Kepulauan Mentawai dan letusan Gunung Merapi di Yogyakarta yang mengambil korban jiwa. Mari kita doakan bersama dan kita laksanakan salat gaib berjamaah," kata Mustafa.
Sontak saja beberapa jamaah yang belum mendengar kabar itu kaget. Mereka langsung mengucapkan istigfar dan beberapa kalimat lainnya. "Astagfirullahal Azim, kapan kejadiannya," begitulah salah satu jawab jemaah setelah mendengar pengumuman singkat dari Mustafa.

Musibah tsunami dan gunung meletus di Tanah Air, belum begitu luas terdengar di kalangan jemaah. Informasi bermula dari berita portal online yang saya akses bersama seorang teman- teman yang kebetulan menggunakan handphone yang menyediakan fitur internet. Termasuk juga memantau perkembangannya dari web Tribun Batam di www.tribunnewsbatam.com.

Di Maktab kami, di kawasan Jarwal, tidak tersedia televisi sebagai media informasi. Sehingga informasi tentang perkembangan di Tanah Air tidak begitu diketahui. Ditambah lagi dengan kesibukan jemaah untuk urusan ibadah, sehingga jemaah banyak yang tidak mengetahui peristiwa di Tanah Air.

"Kapan kejadiannya, Astagfirullah," ucap jemaah perempuan dengan rasa ingin tahu. Jemaah yang umumnya perempuan paruh baya terlihat terkejut dan tak percaya jika tsunami kembali melanda negeri kita. Namun itulah kenyataannya, musibah telah mengguncang negeri kami saat kami sedang memenuhi panggilan ke baitullah.

Ketika doa dilantunkan usai salat ghaib, keheningan begitu terasa. Doa yang dipimpin oleh imam juga diamini para jamaah dengan penuh penghayatan. "Lindungilah negeri kami dari bencana dan bawalah negeri kami dalam suasana kedamaian. Berikanlah kemudahan-kemudahan dalam mengatasinya, dan jauhkanlah dari cobaan-cobaan yang kami tak dapat memikulnya," demikian Mustafa menambahkan kalimat dalam doanya.

Untuk mengetahui perkembangan informasi berita gempa dan tsunawi serta letusan gunung Merapi, sebagian jemaah mencari tahu dengan informasi dari mulut ke mulut antar sesama jamah. Dan tidak sedikit pula yang jamaah yang mencari kabar ke Tanah Air. Misalnya teman saya yang bernama Agus. Ia mengaku memiliki saudara di kawasan kaki gunung merapi. Namun tidak mendapatkan informasi tentang keberadaan saudaranya.

"Saya punya saudara di kawasan Gunung Merapi. Bagaimana para korban di sana? Semoga saja mereka selamat dari musibah," ujar Agus yang datang menanyakan kabar keberadaan di Gunung Merapai dengan mengunjungi kamar saya yang berada di kamar 305. Ia pun sedikit terpuaskan ketika beberapa info dari portal saya sampaikan kepadanya.

Di sini, di dalam perjalanan yang insyaallah diridhoi oleh Allah. Kami pun senantiasa untuk mendoakan negeri kita dan umat muslim khusunya agar terhindar dari bencana. Kami juga berharap agar rakyat kita tentaram, makmur, dan sejahtera. Istajibdu'ana ya Allah. (Laporan Tribuners Langsung dari Mekah, Surya Makmur Nasution)

 


Baca Artikel Lainnya:

Powered By relatedArticle

Masjid Raya

 

Kegiatan Masjid Raya

       
    
    

Masjid Raya Batam

Selamat datang di Masjid Raya Batam - 1st Floor Jalan Engku Puteri Batam Center Kepulauan Riau Indonesia 29432 Telp. 0778-7022700. Semoga kita senantiasa tergolong orang-orang yang gemar memakmurkan masjid, amin...