| Komisi I DPRD Batam Mau Dikeroyok Porter Pelabuhan |
|
|
|
BATAM, TRIBUN - Komisi I DPRD Batam yang melakukan sidak di Pelabuhan Beton Sekupang, tidak berdaya atas ancaman Idawati Pasaribu atau selalu dipanggail Ibu Ida. Ida selaku pengusaha jasa angkutan barang itu menolak anggota Komisi I DPRD untuk membuka barang yang berada didalam kontiner.
Tidak itu aja Ida mengancam akan mengerahkan semua porter pelabuhan untuk memukul anggota Komisi I DPRD Batam. "Barang-barang itu sudah diperiksa oleh pihak Bea dan Cukai (BC) sesuai dengan dokumen. Saya tidak terima jika dibuka, kalau curiga isi kontinernya bisa diperiksa nanti sampai di pelabuhan Tanjung Priok. Saya bisa suruh porter keroyok bapak. Ini semua untuk kepentingan rakyat kecil pak. Berapa banyak porter yang hidupkan keluarga dari sini,"terang Ida. Sementara Komisi I DPRD Batam yang melakukan sidak antara Helmi Helmiton, Nuryanto, Riki Solihin, Sukaryo dan Belifman Sijabatn hanya diam dan mendengar makian yang dilontarkan Ida tersebut. Setiap anggota Dewan mencoba menenangkan dan menanggapi masalah sidak tersebut, Ida malah tidak terima dan kembali memaki anggota dewan tersebut dengan nada tinggi. "Kami ke sini atas informasi masyarakat karena ada yang tidak beres terhadap barang yang ada didalam kontiner. Kita kesini hanya mengecek barang tersebut apa sesuai dengan dokumen,"ujar Nuryanto. Susasana pun memanas saat Ida meminta porter untuk tidak pergi jauh. Sementara porter baik yang menggunakan seragam maupun pakaian pereman langsung mengelilingi anggota komisi I DPRD Batam tersebut. Sejumlah polisi termasuk Kapolsekta KKP Batam, AKP Dasrul Savit ikut menenangkan Ida beserta Porter yang sudah terpancing emosi itu. Setelah suasana redah anggota Komisi I DPRD pun diperbolehkan membuka salah satu kontenir dan melihat isi barang yang akan dibawa ke Tanjung Priok, Jakarta menggunakan KM Kelud. Kotak yang berisikan sapu elektrik itu pun dibuka dan ditunjukkan ke beberapa anggota DPRD tersebut. (bur)
|
| Baca Artikel Lainnya: |
|---|
|
| Powered By relatedArticle |












BATAM, TRIBUN - Komisi I DPRD Batam yang melakukan sidak di Pelabuhan Beton Sekupang, tidak berdaya atas ancaman Idawati Pasaribu atau selalu dipanggail Ibu Ida. Ida selaku pengusaha jasa angkutan barang itu menolak anggota Komisi I DPRD untuk membuka barang yang berada didalam kontiner.




